Kamis, 31 Maret 2016

Tayang Lagi, 2 Episode Perdana "Romance of The Condor Heroes" Tunjukkan Hasil Positif!

KISAH versi terbaru Yoko dan Bibi Lung lagi oleh RCTI di slot malam, tepatnya setelah sinetron Asisten Rumah Tangga usai. Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, drama ini sudah pernah ditayangkan oleh RCTI sebelumnya.


Tayang perdana di slot 17.00 WIB, serial bertajuk Romance of The Condor Heroes ini kemudian dipindahkan ke slot 14.00 WIB. Namun hal ini tak berlangsung lama, bahkan sebelum Yoko dikisahkan dewasa, serial ini bungkus paksa karna ratingnya tak kunjung membaik.

Pada Senin (28/3) silam, RCTI tiba-tiba menghadirkan kembali serial yang dibintangi oleh Chen Xiao dan Michelle Chen ini. Dengan durasi dua jam penayangan, penggemar serial wuxia cukup dipuaskan. Sayangnya, serial ini hanya tayang dari hari Senin hingga Rabu. Lantas bagaimana peforma dua episode perdananya? Akankah serial ini mampu memenuhi ekspetasi RCTI?

Melihat trend ratingnya selama dua episode perdana, ratingnya menunjukkan kenaikan yang positif. Episode 1 nya yang tayang Senin (28/3) meraih TVR 0.8 dan share 10.1 persen. Pada episode Selasa (29/3) mengalami kenaikan yang cukup signifikan dengan meraih TVR 1.1 dan share 14.1 persen.

Dengan adanya tren positif ini, tentu besar harapan penonton setianya untuk dapat ditayangkan hingga tamat. Serial Return of The Condor Heroes versi Andy Lau pernah jadi primadona di akhir tahun 90-an. Sejak saat itu, TV nasional kita rutin menghadirkan berbagai serial wuxia lainnya untuk memanjakan penggemarnya.

Semoga tren ini bisa dibangkitkan kembali sehingga variasi tayangan untuk penonton semakin menarik.


Rabu, 30 Maret 2016

Seberapa Baik Peforma Ranveer & Ishani Dibandingkan Elif Season 3?

DENGAN ditayangkannya serial India Ranveer & Ishani, serial Turki Elif 3 kembali mengalami perpindahan jam tayang. Serial India berjudul asli Meri Aashiqui Tum Se Hi ini dipercaya untuk mengembalikan kejayaan SCTV di slot siang. Sementara itu, Elif 3 mundur ke slot pukul 14.30 WIB mulai Senin (28/3) kemarin. Lantas bagaimana peforma dua serial unggulan di stasiun bertagline Satu Untuk Semua ini?


Berdasarkan data kepermirsaan Nielsen UM hari Sabtu (26/3), Elif 3 yang tayang di slot 12.30 WIB meraih TVR 1.2 dan share 9.5 persen. Sementara itu, episode perdana Ranveer & Ishani meraih hasil yang sedikit lebih baik dengan perolehan TVR 1.3 dan share 10.1 persen.

Jika kami membandingkan dengan peforma Elif 3 di hari Kamis (24/3) dan Jum'at (25/3), penempatan serial yang pernah booming di Indonesia di season perdananya ini terbilang fluktuatif. Pada episode Kamis, Elif 3 cukup bagus dengan meraih TVR 2.2 dan share 16.9 persen, sedangkan episode Jum'at turun dengan TVR 1.4 dan share 10.2 persen.

Jika dibandingkan dengan perolehan Ranveer & Ishani di episode perdananya, serial India ini masih berkesempatan menunjukkan pesonanya. Kisah drama cinta berlatar pria miskin dan gadis kaya ini terbilang cukup bisa memikat penonton di Indonesia.

Saat dipindahkan ke slot 14.30 WIB, Elif 3 naik dibandingkan episode Sabtu. Elif 3 meraih TVR 1.5 dan share 11.3 persen. Durasinya pun ditambah menjadi 2.5 jam dengan tayang hingga pukul 17.00 WIB. Namun dibandingkan dengan serial Uttaran jelas Elif 3 tertinggal jauh. Uttaran yang tayang di ANTV ini masih menempati peringkat 3 besar dengan TVR 3.8 dan share 25.2 persen.


Selasa, 29 Maret 2016

Ranveer dan Ishani Tempati Jam Tayang Elif Season 3!

SERIAL India kembali menjadi senjata SCTV di slot siang. Setelah merehatkan serial India Gangaa yang sudah mendekati episode tayang di India, SCTV memilih sebuah judul yang telah berakhir penayangannya. Serial bertajuk Ranveer & Ishani akan mulai menyapa penonton Indonesia mulai Senin 28 Maret 2016.


Ranveer & Ishani menggeser slot tayang Elif Season 3. Tayang di slot 12.30, SCTV harus menghadapi persaingan ketat dengan serial berjudul Veera dan Kaali dan Gauri yang sama-sama tayang di ANTV. Sementara itu, Elif Season 3 kembali mengalami perpindahan jam tayang ke slot pukul 14.30 WIB. Kehadiran FTV siang di slot keramat ini tak mampu mengangkat peforma SCTV.

Kisah serial berjudul asli Meri Aashiqui Tum Se Hi berfokus pada kehidupan dua sahabat baik, Ranveer Vaghela (Shakti Arora) dan Ishaani Parekh (Radhika Madan). Persahabatan yang terjalin diantaranya membuat keduanya menyadari jika hubungan mereka bukanlah sekedar pertemanan biasa. Keduanya saling jatuh cinta diantara sederet rintangan yang ada.

Latar belakang keluarga yang bagai bumi dan langit membuat keduanya tak bisa dengan leluasa mengekspresikan cinta masing-masing. Ranveer hanyalah anak supir di keluarga Ishaani.
Catat jam tayang baru ini ya Sahabat TV!


Sukses Besar di India, Begini Peforma 4 Episode Perdana Naagin SCTV!

SEJAK Kamis (24/3), SCTV merubah susunan program primetimenya. Kehadiran serial India Naagin memperkaya variasi program SCTV selain sinetron. Strategi SCTV untuk merebut simpati penonton membuat Naagin tayang dengan durasi 1 jam 30 menit di episode perdananya.

Selain itu, SCTV juga bekerjasama dengan studio dubbing yang biasa dipakai ANTV, Erfas Studio. Dalam hal karakter dubber, Erfas terdengar lebih baik ketimbang studio dubbing lama yang dipakai oleh SCTV. Lantas, bagaimana peforma 3 episode perdana Naagin?

Episode perdananya tak cukup bagus, hanya meraih TVR 1.6 dan share 6.9 persen. Di jam primetime, tentu perolehan ini jauh dari ekspetasi SCTV.  Episode kedua Naagin yang tayang Jum'at (25/3) malah bernasib lebih tragis, Naagin turun signifikan dengan raihan TVR 1.1 dan share 4.6 persen. Episode ketiga yang tayang Sabtu (26/3) juga semakin turun dengan TVR 1.0 dan share 4.5 persen.

Pada episode Minggu (27/3) dimana konfliknya makin memikat, perolehan penonton kembali naik dengan TVR 1.5 dan share 6.2 persen. Terungkapnya identitas Shivanya sebagai dewi ular yang siap membalas dendam pada keluarga Rithik mulai seru diikuti.

Di India sendiri, Naagin menjadi salah satu serial dengan rating tinggi semenjak tayang. Kehadiran Mouny Roy dan juga Rajat Tokas (pemeran Jalaludin Akbar di Jodha Akbar) yang belakangan memperkuat Naagin kian mengukuhkan eksistensi sukses Naagin.


Tayang Lagi, Ini Slot Baru untuk Serial Mandarin Romance of The Condor Heroes!

PERNAH ditayangkan pada April 2015, serial Mandarin Romance of The Condor Heroes tak tayang hingga tamat. Hal ini tentu banyak mengecewakan banyak penonton yang sudah rindu dengan tayangan serial silat. Mendadak, pada Senin (28/3) malam, RCTI kembali menayangkan serial ini di slot jam 11 malam, tepat seusai sinetron Asisten Rumah Tangga usai.

Berdasarkan pantauan kami di official website RCTI, serial ini tayang pukul 23.00 WIB di hari Senin (28/3) dan Selasa (29/3). Sedangkan pada Rabu (30/3) serial ini akan tayang di slot pukul 00.00 WIB.

Kepopuleran kisah cinta Yoko dan Bibi Lung selalu membuat kisah yang berasal dari novel ini dibuat ke dalam berbagai versi serialnya. Pertama kali populer di tahun 1980-an saat masih dibintangi Andy Lau dan Idy Chen, kemudian kisah percintaan Yoko dan Bibi Lung di dunia persilatan dibuat ke dalam beberapa versi lain.

Tahun 2013 silam, para pecinta serial wuxia mendapat kabar gembira dengan kembalinya novel karya Jin Young tersebut ke dalam versi serialnya. Mulai dari pemilihan pemain mendapatkan sorotan besar dari masyarakat negeri Tiongkok. Michelle Chen yang memerankan sosok Bibi Lung mendapatkan kritikan besar dari netizen karena dianggap kurang cocok untuk memerankan karakter Bibi Lung yang cantik. Kontroversi pemilihan pemain ini tak berakhir hingga serial ini tayang.

Tayang perdana di Hunan TV pada 03 Desember 2014 silam, serial ini langsung dilirik oleh stasiun TV RCTI. Konon, tak hanya RCTI saja yang membidik serial ini karena serial ini termasuk sangat disukai oleh penonton di Indonesia.

Serial ini dibuka dengan mengisahkan masa kecil Xiao Lung Nu/Bibi Lung (Zhang Zi Mu) dan Li Mo Chou (Zhang Xin Yu). Sebanyak 80 persen episode perdana mengisahkan tentang jalinan percintaan Li Mo Chou dan Lu Zhanyuan (Chen Xiang). Zhanyuan khawatir dan mulai menghindar dari Li Mo Chou yang cantik karena tabiat kejamnya yang membunuh musuhnya tanpa ampun.

Zhanyuan mulai berpaling dari Li Mo Chou dan bersiasat kabur bersama dengan He Yuanjuan yang lebih lembut. Namun mereka berhasil ditangkap Li Mo Chou. Saat hendak membunuh keduanya, seorang biksu datang menyelamatkan. Li Mo Chou membiarkan keduanya hidup dan berjanji akan membalas dendam suatu hari nanti.

Bertahun kemudian berlalu dan Li Mo Chou menjelma menjadi malaikat iblis merah yang banyak membunuh orang tanpa ampun. Li Mo Chou akhirnya kembali ke kuburan kuno. Bibi Lung (Michelle Chen) yang sudah dewasa sudah menjelma menjadi wanita yang cantik. Terjadi pertarungan Li Mo Chou dengan Bibi Lung. Namun Bibi Lung berhasil menang dan mengusir Li Mo Chou. Kabur dari kuburan Kuno, Li Mo Chou membuat perhitungan dengan Lu Zhanyuan dan He Yuanjun yang telah sekarang sudah menikah dan memiliki anak.

Lu Zhanyuan dan He Yuanjuan akhirnya tewas. Zhanyuan bunuh diri di depan Li Mo Chou. Li Mo Chou yang masih mempunyai perasaan pada Zhanyuan pun sedikit terbawa suasana dengan kematian pria yang masih dicintainya tersebut. Yang Guo/Yoko (Wu Lei) kecil sudah muncul di episode ini dan berbuat sejumlah masalah. Yoko yang terkena racun diakui anak oleh Ouyang Feng (Zong Feng Yang). Si racun tua ini mengangkat racun di tubuh Yoko dan mengajarinya ilmu Hama Gong (Kodok).

Guo Jing dan Huang Rong yang merupakan paman dan bibi Yoko mengejar Yoko dan Ouyang Feng. Guo Jing mengenali Yoko sebagai putra dari adik angkatnya, Yang Kang. Sempat melarikan diri, akhirnya Yoko tetap dibawa Guo Jing ke pulau persik bersama dengan istri dan anak-anaknya.

Sesampai di Pulau Persik, Huang Rong hanya mengajari ilmu sastra dan sejarah saja pada Yoko. Ia takut jika Yoko akan menjadi jahat seperti ayah Yoko terdahulu. Kemunculan ayah angkat Yoko membuat Yoko diasingkan ke Gunung Zhong Nan. Sementara itu, Li Mo Chou memanfaatkan Zhen Zibing yang menyukai Bibi Lung untuk masuk kembali ke Kuburan Kuno dan merebut Kitab Hati Gadis Suci.

Bibi Lung ditotok aliran darahnya, namun berhasil melepaskan diri berkat bantuan Zhen Zibing. Li Mochou pun berhasil diusir dari Kuburan Kuno. Dalam perjalanan menuju Gunung Zhong Nan, Yoko dan Guo Jing dihadang berbagai rintangan. Yoko kecil bahkan sempat ditangkap namun berhasil melarikan diri.

Yoko kecil sudah diterima di sana dan dididik oleh Zho Zhijing. Yoko kecil yang tengil banyak berulah dan mengerjai gurunya tersebut. Kesal karena sering menjadi korban, Zhou Zhijing memfitnah Yoko telah membunuh salah satu murid di sekte tersebut, padahal kesalahan tersebut dilakukan dia sendiri. Saat itu, Tawon Giok datang menyerang mereka sendiri dan membuat Yoko berhasil diselamatkan Nenek Sun. Yoko kecil pun dibawa ke Kuburan Kuno untuk diobati. Bibi Lung meminta Yoko dikembalikan ke sekte Yoko sebelumnya, namun saat Nenek Sun membawanya, Yoko malah dibully kembali. Nenek Sun yang geram lantas bertarung, namun akhirnya ia terluka parah. Bibi Lung datang di saat kritis, Nenek Sun pun meminta Bibi Lung merawat Yoko. Tak lama, Nenek Sun menghembuskan nafas terakhirnya.

Sempat berniat melarikan diri dari Kuburan Kono, Yoko malah menghadapi sejumlah masalah. Untungnya ada Bibi Lung yang menolongnya berkali-kali. Yoko mulai belajar ilmu dengan Bibi Lung. Episode 10 ini juga menjadi titik balik munculnya tokoh Yoko (Chen Xiao) dewasa.

Tinggal lama bersama dengan sang bibi membuat Yoko akhirnya mulai menyukai Bibi Lung. Selanjutnya tentu Anda dapat menerka sendiri apa yang terjadi. Penasaran dengan kisah selengkapnya? Saksikan Romance of The Condor Heroes Versi 2014, Mulai Senin 28 Maret 2016 Pkl.23.00 WIB di RCTI!


Jumat, 25 Maret 2016

Romantika "Asisten Rumah Tangga" Metropolitan Meriahkan Parade Sinetron Unggulan RCTI!

USAI 7 Manusia Harimau dan Kau Seputih Melati tamat, RCTI kembali menghadirkan sinetron terbaru di slot jam 10 malam. Sinetron yang masih dipasok dari SinemArt ini bertema unik, tak seperti kebanyakan cerita sinetron yang pernah tayang di RCTI. Kisahnya berfokus pada lika-liku kehidupan pembantu di zaman metropolitan.


Dibintangi pasangan suami istri, Celine Evangelista dan Dirly Dave, sinetron ini juga diperkuat oleh Mishca Chandrawinata, Ana Pinem, Marcella Simon dan Natalie Sarah.

Ceritanya mengambil setting kawasan sebuah kompleks perumahan di  Jakarta. Yang hampir setiap rumahnya memiliki pembantu dengan kelakuan juga hobby yang  bermacam - macam.
Anna (Celine Evangelista), 19 Tahun. Adalah wanita cantik yang nasibnya kurang beruntung di kampung. Keluarganya sangat miskin dan kampungnya masih jauh dari sistem pendidikan tinggi. Anna merantau ke Jakarta untuk bisa kuliah sambil bekerja. Beruntunglah Anna bisa bekerja sebagai pembantu di rumah majikannya, Rio (Dirly Dave), seorang pengusaha muda, setelah melamar kesana kemari.

Rio sangat sibuk. Sehingga ia tidak mempermasalahkan jika Anna ingin menjadi pembantu di rumahnya sambil tetap kuliah siang hari nya. Yang penting untuk Rio, tetap ada yang mengurus rumahnya. Dari sini Rio malah kagum dengan Anna. Saat ini, jarang sekali seorang wanita yang mau melakukan hal itu. Selain Rio diam - diam memang terpesona dengan kecantikan Anna.

Dilain sisi, ada ART lainnya bernama Rindi (Natalie Sarah). Rindu berkelakuakn genit dan terobsesi dengan majikannya, Tio (Atalarik Syach). Tujuannya adalah bisa dijadikan istri oleh Tio dan mengubah nasibnya menjadi orang kaya yang terhormat. Apalagi Tio majikannya juga berperawakan atletis dan tampan.  Padahal Tio sendiri sudah mempunyai istri bernama Chintya.

Bukannya tertarik dengan Rindu, Tio malah lebih sering terkejut dengan penampilan Rindu yang kadang berlebihan dengan bunga-bunga aneh yang disisipkan ke rambutnya. Anehnya ulah Rindu sebelas duabelas dengan Juju (Marcella Simon). Juju terkenal hedon dan glamor diantara ART lainnya di kompleks tersebut. Ia malah sering menggelar pesta saat majikannya, Virda, sering bepergian mengurus bisnisnya.

Masih banyak kisah dan karakter nyeleneh ART lainnya di kompleks tersebut. Penasaran? Saksikan sinetron Asisten Rumah Tangga mulai Minggu 27 Maret 2016 setiap Minggu-Kamis Pkl.22.00 WIB di RCTI.


Kamis, 17 Maret 2016

Berating Rendah, Dua Serial Asia Ini Terancam berhenti Tayang!

DUA serial Asia terbaru yang sedang tayang di TV Nasional bernasib tidak begitu baik. Pasalnya, sejak tayang perdana pada Senin (14/3) kemarin, ratingnya cenderung rendah dan tak memuaskan bagi pihak TV yang menayangkan. Dua serial yang dimaksud adalah Flor de Liza (RCTI) dan Zoya (Indosiar).


RCTI yang terkenal sadil menghentikan serial-serial Asia yang tayang di slot siang kembali mencoba peruntungannya dengan menayangkan serial asal Filipina. Sayangnya, sejak episode perdana, share penonton Flor de Liza bahkan tak mampu menyentuh angka 5 persen. Sebuah hasil yang jauh dari kata memuaskan untuk ukuran RCTI.

Episode perdana Flor de Liza hanya meraih TVR 0.6 dan share 4.6 persen. Episode keduanya tayang tayang hari Selasa (15/3) tak beranjak naik, malah turun sedikit dengan TVR 0.6 dan share 4.3 persen. Di slot tayang ini, RCTI kalah telak dengan serial India ANTV, Kaali dan Gauri, yang meraih TVR 2.7 dan share 19.8 persen. Bahkan raihan Flor de Liza masih kalah dengan serial Turki SCTV, Elif Season 3, yang mendapatkan TVR 1.5 dan share 11.2 persen.

Sementara itu, Indosiar memasang serial India Zoya di slot 17.30 WIB. Sebuah ujicoba yang berani mengingat saat ditayangkan perdana di slot 15.30 WIB dengan judul Qubool Hai, Indosiar tak menayangkannya hingga akhir karena ratingnya yang kurang memuaskan. Episode perdana Zoya hanya meraih TVR 1.1 dan share 5.5 persen. Episode keduanya malah makin terpuruk dengan TVR 0.9 dan share 4.8 persen.

Melihat track record RCTI dan Indosiar yang sering memutuskan sebuah tayangan sebelum ending, sangat besar potensi dua serial di atas bernasib tragis. Masih ingat bukan dengan deretan serial Asia RCTI seperti drama Korea, serial Mandarin, drama Turki hingga telenovela yang hanya bertayang 1 - 2 pekan masa penayangan? Indosiar pun tak kalah sadis 'membabat' program yang tak perform.

Jadi, jangan heran kalau dua serial yang disebutkan diatas tiba-tiba lenyap dari peredaran di TV Anda.



Posted via Blogger

Anandhi Sukses Besar di India, Bagaimana dengan di Indonesia?


SEJAK Selasa (15/3) siang, ANTV kembali menayangkan sebuah serial India terbaru bertajuk Anandhi. Serial berjudul asli Balika Vadhu ini sudah mencapai lebih dari 2000 episode di India dan masih terus tayang hingga saat ini. Hal ini tentu membuktikan betapa suksesnya serial ini di India, dimana serial ini sudah memasuki tahun ke-8 nya tayang di Colors TV.


Mulai dari kisah masa kecil ke masa dewasa, sampai berkali-kali pergantian pemain mewarnai dibalik layar serial Anandhi. Sebuah hal yang wajar mengingat serial ini merupakan serial dengan episode terpanjang di India. Lantas bagaimana pesonanya di Indonesia? Simak selengkapnya.

Anandhi tayang di masa yang tepat, dimana slot siang ANTV sedang berjaya dengan parade serial Indianya. Tayang setelah Kaali dan Gauri dan sebelum Uttaran dimulai memberikan keuntungan bagi Anandhi. Seperti yang diperkirakan, rating episode perdananya langsung mencuat ke peringkat 6 data kepermirsaan Selasa (15/3) dengan TVR 3.3 dan share 25.4 persen.

Promosi yang gencar dibantu dengan imej ANTV yang kuat dengan tayangan serial India nya membuat penonton betah dan mungkin penasaran menyaksikan judul baru yang ditunggu. Mengingat episode Anandhi yang memasuki 2139 episode per 17 Maret 2016, sangat memungkinkan bagi ANTV menambah durasi tayangnya seperti Uttaran.

Nah, apakah Anda termasuk yang menonton serial Anandhi dan parade serial India ANTV yang lain?



Posted via Blogger

Rabu, 16 Maret 2016

Rating Acara TV Indonesia. Selasa, 15 Maret 2016

1. Anak Jalanan RCTI, 9.2/36.3
2. Tukang Bubur Naik Haji The Series RCTI, 5.2/23.2
3. UTTARAN ANTV, 5.1/30.1
4. Tukang Ojek Pengkolan RCTI, 3.6/19.1
5. TOP 15 D'Academy 3 IVM, 3.5/17.9
6. ANANDHI ANTV, 3.5/27.0
7. Kaali & Gauri ANTV, 2.9/21.3
8. VEERA ANTV,  2.4/19.1
9. UPIN & IPIN MNCTV, 2.4/15.7
10. Adit  & Sopo Jarwo MNCTV, 2.4/12.0
11. On The Spot TRANS7, 2.3/8.9
12. Resep Rahasia Gado Gado Cinta SCTV,  2.2/20.7
13. Si Bolang TRANS7, 2.2/15.9
14. Super Family 100 ANTV, 2.0/8.3
15. Dunia Binatang TRANS7,  1.9/14.4
16. Laptop Si Unyil TRANS7, 1.9/13.2
17. Kau Seputih Melati RCTI, 1.9/12.4
18. Fatmagul ANTV,  1.9/8.7
19. Haji Belajar Ngaji SCTV, 1.9/8.2
20. Ashoka ANTV, 1.9/6.9

* RAHASIA SCTV, 1.8/7.4
* ELIF SEASON 3 SCTV, 1.4/10
* ANAK MENTENG SCTV, 1.4/9.6
* ZOYA QUBOOL HAI IVM, 0.9/4.6
* FLORDELIZA RCTI, 0.7/4.8



Posted via Blogger

Selasa, 15 Maret 2016

Tayang Perdana, Bagaimana Peforma "Flor de Liza", "Zoya" dan "Fatmagul"?

SELAIN ANTV, stasiun TV lain seperti SCTV, RCTI hingga Indosiar juga menayangkan berbagai judul serial Asia. SCTV masih mencoba peruntungannya dengan menayangkan lanjutan Elif Season 3, Indosiar menayangkan ulang Qubool Hai dengan judul Zoya, RCTI mendebutkan serial Filipina Flor de Liza, sedangkan ANTV menayangkan perdana serial Turki Fatmagul. Bagaimana respon penonton terhadap serial-serial di atas?


Tayang berhadapan di slot siang Elif Season 3 unggul dibandingkan Flor de Liza yang tayang di RCTI. Elif 3 yang saat tayang sore tidak pernah menyentuh share di atas 10 persen, saat dipindahkan naik cukup signifikan dengan raihan TVR 1.6 dan share 12 persen. Sementara itu, serial Flor de Liza terpuruk dengan raihan TVR 0.6 dan share 4.6 persen.

Zoya yang tayang di Indosiar juga tak mampu berbuat banyak. Tayang di slot yang lebih ketat akan persaingan, Zoya hanya meraih TVR 1.1 dan share 5.5 persen. Masih terpaut jauh dengan Uttaran yang ada di posisi 2 dengan TVR 5.2 dan share 28.7 persen.

Sementara itu, ANTV yang mengubah susunan programnya karena tayangnya Fatmagul meraih hasil yang tak terlalu bagus. Fatmagul meraih TVR 1.4 dan share 6.5 persen. Ashoka yang tayang dua jam mulai jam 7 - 9 malam meraih TVR 1.7 dan share 6.7 persen. Tak terlalu berbeda saat Super Family masih menghuni slot ini pekan lalu.

Namun dengan demikian, Anak Jalanan masih memimpin selama lima bulan penayangan nya. Pada hari senin kemarin, Anak Jalanan kembali menggila, dengan mendapat TVR 9,8 dan Share 38,9 persen. Setelah episode sebelumnya yakni pada hari minggu, Anak Jalanan kembali memecahkan rekornya sendiri yakni dengan TVR 10,8 dan share 44,6 persen.


'Anak Jalanan' Pecahkan Rating Tertinggi, Sutradara Banjir Ucapan Selamat

"Anak Jalanan" baru saja mengokohkan diri sebagai sinetron nomor satu di Indonesia saat ini. Sinetron "Anak Jalanan" sukses meraih rating tertinggi selama penayangan. Tak ayal jika sutradara sinetron ini banjir ucapan selamat.

Banyaknya teguran dan juga kritikan yang diberikan rupanya tak menggoyahkan "Anak Jalanan" dari posisi puncak rating. Bahkan belakangan sinetron ini sukses memecahkan rating tertinggi. Data ALL menunjukkan sinetron Steven William ini meraih TVR 10,8 poin dan Share 44,6 persen, Minggu (13/3). Hasil ini juga memecahkan rekor nya sendiri beberapa bulan lalu yang berhasil meraup TVR 10 dan Share hampir 50%

Rating itu merupakan rekor tertinggi yang pernah dicapai oleh "Anak Jalanan". Merasa bangga, fans pun ramai memberikan ucapan selamat untuk Akbar Bhakti selaku sutradara "Anak Jalanan" lewat Twitter. Mereka menganggap kesuksesan ini dicapai berkat usaha keras sang sutradara.

"Kereeen luaar biasaa kejar tayang nya nggak sia sia om @AkbarBhakti congrats!" tulis fans berakun Fitraaaaeli. "Widih mantep nih om @AkbarBhakti @15natashawilona @steff_william congrast om & smua crew..smngt terus buat AJ #AnakJalanan," celetuk fans ini. "Wow mencapai TVR 10 Dan share 44, baru pertama kali.a *rating petjah dan tertinggi* BANGGA BGT @AJ_RCTI @akbarbhakti," imbuh yang lain.

Salah satu fans mengungkap bahwa kisah cinta Reva (Natasha Wilona) dan Boy (Steven William) menjadi salah satu alasan sinetron ini meraih rating tinggi. "Episode smlm emng bikin baper bngt bikin jleb moment bngt bikin gmtrn krn PU bnr2 bkin baper bngt @steff_william @15natashawilona," ujar pemilik akun muecielov.

Fans merasa bangga karena di tengah banyaknya isu dampak negatif, "Anak Jalanan" justru mampu memberikan performa luar biasa lewat perolehan rating ini. "Gila kerenlh walau bnyk yg buly justru bnyk yg suka yg psti lbh mncintai sinet indonesialh drpd dluar itu paling dahsyat gokil," pungkas netter ini.


Head To Head, Anak Jalanan Vs Uttaran, Siapa yang Unggul?

PERSAINGAN untuk mendapatkan kue penonton semakin seru pada Senin (14/3) kemarin. Sejumlah program unggulan harus berhadapan satu sama lain. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah pertarungan antara Anak Jalanan (RCTI) dan Uttaran (ANTV).


ANTV ujicoba menayangkan Uttaran dengan durasi 4 jam, mulai pukul 15.00 hingga 19.00 WIB. Ini artinya, selama setengah jam terakhir Uttaran bersenggolan langsung dengan 30 menit pertama Anak Jalanan yang selalu stabil di puncak rating. Lantas siapa yang lebih unggul?

Berdasarkan data kepermirsaan Senin (14/3), Anak Jalanan unggul cukup jauh ketimbang Uttaran. Namun perolehan rating sinetron yang dibintangi Stefan William ini turun dibanding episode Minggu (13/3). Episode Minggu Anak Jalanan kokoh di peringkat puncak dengan TVR 10.8 dan share 44.6 persen. Sedangkan episode Senin masih di peringkat pertama namun dengan TVR 9.8 dan share 38.9 persen.

Uttaran menempel Anak Jalanan dengan berada di posisi kedua dengan perolehan TVR 5.2 dan share 28.7 persen.


'Haji Belajar Ngaji Dapat Teguran Dari KPI

Kembali KPI memberikan surat teguran kepada sinetron yang dianggap melakukan pelanggaran, Kali ini sinetron Haji Belajar Ngaji yang tayang di SCTV, mendapat peringatan dari Komisi Penyiaran Indonesia  Pusat.

Sinetron Haji Belajar Ngaji, yang  bertema Islami dibintangi oleh Ramzi, Hardi Fadillah, Febby Rastanty atau Febby Blink dan Eza Gionino. Mengisahkan tentang seorang preman diperankan oleh Hardi yang menyamar sebagai ustad di sebuah pesantren.
Surat teguran ini tertuang dalam surat KPI bernomor 265/K/KPI/03/16. Pada surat bertanggal 14 Maret 2016 itu dijelaskan potensi pelanggaran yang terdapat dalam sinetron produksi Screenplay Productions tersebut. Dimana Menurut KPI pada tanggal 22 Februari 2016,  sinetron Haji Belajar Ngaji SCTV  “tidak memperhatikan ketentuan tentang perlindungan remaja dan penggolongan program siaran sebagaimana telah diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI Tahun 2012.”

KPI juga menjelaskan adegan yang dianggap tidak sesuai P3 dan SPS KPI tahun 2012.

“Program tersebut menayangkan adegan perkelahian antar dua kelompok pria di sebuah pertokoan dengan disertai efek suara secara berlebihan sehingga mengesankan tulang yang patah. KPI Pusat menilai muatan demikian dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi khalayak yang menonton,” tulis KPI dalam surat teguran tersebut.

KPI juga meminta kepada pihak SCTV agar mengoreksi secara internal dan mematuhi ketentuan yang berlaku.

Setelah sebelumnya sinetron Anak Jalanan yang tayang di RCTI telah menerima 2 surat teguran karena permasalahan yang sama yaitu adegan perkelahian.


Tak Mampu Raih Rating Tinggi, SCTV Endingkan ‘Halilintar

Sudah menjadi tradisi jika pihak SCTV selalu membungkus sinetronnya lantaran memiliki rating yang jauh dari harapan. Bahkan kali ini SCTV kembali menamatkan sinetron terbarunya yang bertajuk ‘Halilintar’.

Sinetron yang awalnya digadang-gadang menjadi saingan Anak Jalanan ini harus terpaksa mengalami nasib malang. Meski sama-sama memiliki tema balapan, namun prestasi yang ditunjukkan oleh ‘Halilintar’ masih amat sangat jauh untuk bisa mengalahkan sinetron sekelas ‘Anak Jalanan’.

Tamatnya sinetron ‘Halilintar’ ini dibeberkan oleh pemain utamanyayakni Casandra Lee. Aktris cantik ini memberikan pengumuman via twitter pribadinya yang menjelaskan bahwa sinetron ‘Halilintar’ yang dibintanginya telah tamat.



Dalam statusnya Cassandra Lee menuliskan bahwa sinetron ‘Halilintar’ telah menyelesaikan tayangannya pada hari Sabtu tanggal 12 Maret kemarin. Dari status yang ditulisnya ini Cassandra sangat berharapkan dukungan para fans untuk menonton episode terakhir sinetron ‘Halilintar’ tersebut.

Dari beberapa informasi yang diperoleh, alasan pihak SCTV mengakhiri sinetron ‘Halilintar’ini tidak lain karena banyaknya sindiran netizen akan sinetron ‘Halilintar’ beberapa waktu ini.

Padahal para penggemar sudah berusaha keras untuk menjadikan sinetron yang dibintangi oleh Cassandra Lee dan Fero Walandauw ini sebagai trending topic. Namun sayang, apa yang dilakukan para fans ternyata tidak membuahkan hasil.

Bahkan keberhasilan tersebut tidak mampu membuat peroehan rating ‘Halilintar’ yang merosot menjadi naik. Karena sejatinya trending topic bukanlah tolak ukur data rating acara tv.

Sejak Cassandra Lee memposting unggahan tersebut, tak sedikit fas yang bertanya-tanya tentang alsan di balik endingnya sinetron ‘Halilintar’ tersebut. Bahkan ada juga fans yang mengaku sedih karena tidak daat lagi melihat sinetron kesayangannya tersebut tayang di layar televisi mereka.

Ridak hanya kali ini saja pihak stasiun mengakhiri beberapa sinetro terbarunya, beberapa waktu lalu sinetron terbrau SCTV bertajuk ‘Elif Indonesia’ juga sempat mendapatkan perlakuan yang sama dengan ‘Halilintar’.

Saat ini SCTV tengah menghadirkan sinetron ‘Haji Belajar Ngaji’ dimana beberapa waktu lalu sinetron ini juga masih belum bisa menduduki rating 5 besar. Lalu,a pakah sinetron Haji Belajar Ngaji juga akan dibungkus? Kita lihat saja nanti, bagimana usaha lain SCTV untuk menyumbangkan program tv nya ke jajaran rating 5 besar.


Kebiasaan, SCTV Rombak Jam Tayang ‘Elif 3’ Gantikan Serial ‘Gangaa’. Fans Mulai Emosi ?

Pada awal pekan, Elif 3 akan ditayangkan lebih awal di SCTV. Tentunya kabar ini direspon begitu bahagia oleh para fans serial Turki tersebut. namun tidak dengan para fans dari serial Gangaa.

Para fans Gangaa ini malah cemas. Mereka terus bertanya kelanjutan dari serial Gangaa sendiri. Melalui akun media sosial resmi SCTV memberitahukan mengenai serialnya yang akan ditayangkan pada 12.30 WIB pada hari Senin (14/3).

Jelas kabar ini membuat para penggemar Gangaa menjadi bingung dan was-was. Slot jam 12.30 WIB awalnya dipakai oleh serial Gangaa. Ketika mereka tahu kabar ini, fans Gangaa langsung memmbanjiri twitter SCTV dengan berbagai komentar.

Para fans ini bertanya mengenai kelanjutannya lantara jamnya diganti dengan serial Elif 3. Para fans sendiri menuturkan jika mereka begitu khawatir mengenai kelanjutan serial yang sedang seru-serunya.

Salah satu fans yang tersulut emosi memberikan komentar, “Terus #gangaa nya kemana wwooyyy…?”. Akun milik @putrialfaya275g mengutarakan khawatirnya melalui komentar, “Gangaa jm brp min, jngn di cut donk,”.

Fans lainnya bertanya mengenai filmnya Gangaa, “Tapi film Gangaa tetep ada kan min?”. Namun ada juga penggemar yang menyambutnya dengan bahagia saat mengetahui perubahan jam tayang tersebut.

Salah satu fans itu menuliskan komentar, “Keren Elif nya pindah jam tayang, makasih yaaaahhh tapi serial drama India gangaa kok jdi ga ada. Abis elif ,gangaa ajj deh please,”. Tampaknya netter yang satu ini suka dengan serial Elif 3 dan juga Gangaa.

Melalui website resmi milik SCTV, serial Gangaa saat ini tidak terlihat dalam jadwal acara yang tayang di hari Senin 14 Maret 2016. Para fans ini berharap agar SCTV tetap menyuguhkan serial Gangaa karena serial tersebut sudah dinantikan penonton setianya.

Beberapa waktu lalu, serial Elif 3 ini baru saja didatangi ole Harsiwi Ahmad. Harsiwi adalah Direktur Program dan Produksi SCTV. Dirinya ingin melihat secara langsung bagaimana syuting serial Turki tersebut.


D'Academy 3 Masuki Babak Top 15 Mulai Hari Ini, Rating Kembali Dicuri ‘The Voice Indonesia’

Jadwal D Academy 3 peserta Grub 1 Konser Final D Academy 3 Top 15. Ajang pencarian bakat menyanyi dangdut yang akan di gelar di TV Indosiar. DA3 akan memasuki babak baru yakni babak 15 besar.

Konser final DA3 akan di gelar pada hari Senin 14 Maret 2016 dengan menampilkan para peserta daru grub 1 DA3 Top 15. yakni Irsya- Bandung, Linda- Ponorogo, Sarah- Tasikmalaya.

Peserta di grub 1 DA3 Top 15 ini akan kembali bersaing untuk memperebutkan tiket babak ke 10 besar D Academy 3. dan salah satu dari ketiga peserta di grup 1 DA3 Top 15 tersebut ajab ada yang tersenggol dari panggung pencarian bakat D Academy 3.

Dalam menentukan peserta yang akan tersenggol di grup 1 DA3 Top 15 ini dengan salah satu cara peserta dengan sms tertinggi yang di pastikan langsung lolos di babak 10 besar. sementara itu dua peserta lainnya yang tengah mendapatkan SMS terendah akan berada di posisi yang tidak aman.

Dan untuk menentukan peserta yang tersenggol Juri harus melakukan vote dan yang mendapatkan lampu merah banya ia lah yang di pastikan tersenggol dan tidak bisa melanjutkan ke babak yang selanjutnya.

Satu lagi ajang pencarian bakat dengan bernyanyi yakni The Voice Indonesia yang tengah di bilang sebagai jagoan RCTI, karena pencarian bakat dengan menyanyi ini terlihat cukup memuaskan di dalam urusan ratting. Bah kan ratting meminggu lalu ini yang sukses menggusur D Academy 3.

Menurut data ALL The Voice Indonesia ini yang sukses menduduki posisi ke 4 dengan ratting 3,7 persen dan share 22 persen. Sedangkan konser final grup 5 DA3 yang harus mengalah di posisi ke 5 dengan ratting 3,3 persen dan share 18 persen.

The Voice Indonesia memang cukup mendapat respon yang positive dari para penonton. Acara ini yang mendatangkan Kaka Slank sebagai coach yang tengah memakai konsep yang begitu menarik. Acara ini di oandu oleh Daniel manata yang tayang setiap jumat dan Sabtu pukul 21.00 WIB di RCTI.


Mulai Pekan Kedua Maret, Ashoka Tayang 2 Jam dan Uttaran 4 Jam!

TAYANG stripping setiap hari ternyata membuat penonton setia serial India Uttaran menjadi terikat. Tak cukup sampai disitu, ANTV akan kembali memanjakan Anda dengan menayangkan serial yang dibintangi Tina Dutta ini selama 4 jam penayangan. Wow! Artinya, ANTV memutar sebanyak 8 episode aslinya per hari.


Hal ini akan berlaku mulai Senin 14 Maret 2016 mendatang. Namun perlu dicatat, jika durasi 4 jam ini hanya berlaku di hari Senin dan Selasa. Berdasarkan keterangan dari Monica Desideria selaku GM Marketing Communication ANTV, menuturkan jika penambahan durasi Uttaran juga masih tentatif. Artinya, pekan kedua Maret menjadi uji coba terlebih dulu.

Tak hanya Uttaran saja. Serial kolosal India Ashoka juga akan mengalami penambahan jam tayang. Jika saat ini, Ashoka hanya tayang selama setengah jam, maka di hari yang sama dengan Uttaran, jam tayang Ashoka akan menjadi selama dua jam.

Penambahan jam tayang Ashoka ini sebagai langkah ANTV memperkuat dominasi programnya di jam primetime. Kuis Super Family 100 yang tayang primetime, tak mampu berkutik menghadapi ketatnya persaingan di jam primetime. Apalagi belakangan, rating Ashoka kembali menanjak. Episode Kamis (10/3) meraih TVR 2,5 dan share 10,3 persen.

Nah, cukup senangkah Sahabat TV dengan penambahan durasi tayang program unggulan ANTV ini?


Senin, 14 Maret 2016

Menguak Persaingan Baru Slot Jam 5 - 7 Malam di TV Nasional!

MULAI Senin (14/3), berbagai TV Nasional kita mulai melancarkan program andalannya kembali. Tak hanya ketat di slot primetime saja, kompetisi di slot jam 5 sore makin ketat saja. Bukti nyatanya, berbagai stasiun TV Nasional menempatkan berbagai program baru untuk dapat merebut kue penonton di slot ini.

ANTV melalui Uttaran bahkan sudah 'menancapkan' taringnya sebagai sang pemimpin slot ini. Bahkan mulai Senin besok, durasi Uttaran diperpanjang hingga pukul 19.00 WIB. Di slot ini, pesaing terkuat Uttaran berasal dari dua program unggulan RCTI. Di slot jam 5 hingga 6.15 sore, RCTI mengandalkan sitkom Tukang Ojek Pengkolan (TOP). Selanjutnya ada Anak Jalanan (AJ) yang merupakan sang pemuncak rating selama lima bulan belakangan ini.

Percobaan durasi 4 jam Uttaran berlaku di hari Senin (14/3) dan Selasa (15/3) nanti. Sebagai imbasnya, Pesbukers dan Super Family 100 tidak tayang di dua hari tersebut. AJ yang tak terkalahkan di slotnya menghadapi ancaman serius dari Uttaran yang selama 45 menit terakhirnya berhadapan langsung dengan sinetron yang dibintangi Stefan William ini.

SCTV yang belakangan seperti tak 'bergigi' di slot ini juga menayangkan sinetron terbaru bertajuk Anugerah Ilahi. Sinetron ini diprediksi setipe dengan Sinema Pintu Taubat nya Indosiar yang langsung habis dalam satu kali judul. Salah satu episode periodiknya dibintangi oleh Randi Pangalila yang sebelumnya bernaung eksklusif dibawah MD Entertaiment. Anugerah Ilahi menggantikan slot Halilintar yang harus dibungkus hanya dalam kurun beberapa pekan setelah tayang perdana. Sinetron produksi Mega Kreasi Films (MKF) ini tayang dengan durasi 90 menit dari pukul 17.00 - 18.30 WIB.

Indosiar yang merupakan 'adik' SCTV juga bergabung dalam pertarungan dengan menayangkan kembali serial India Zoya (sebelumnya tayang dengan judul Qubool Hai). Indosiar 'mungkin' tergoda dengan kesuksesan Uttaran yang sering mencapai share 30 persen di slot sore.

Prediksi saya, Anak Jalanan masih akan jadi yang terdepan mengingat hanya 45 menit awal berbentrokan dengan Uttaran. ANTV juga masih berhati-hati dengan penayangan Uttaran yang harus menghadapi persaingan lebih ketat. Ini terbukti dengan ujicoba selama dua hari saja untuk durasi nya yang menjadi 4 jam.


Elif Season 3 'Lenyapkan' Gangaa, Begini Penjelasan SCTV!

Elif Season 3 'Lenyapkan' Gangaa, Begini Penjelasan SCTV!

LEMAHNYA peforma Elif saat tayang di slot sore membuat SCTV mengubah strateginya. Elif Season 3 akhirnya dikembalikan ke jam tayangnya semula, seperti saat season perdananya ditayangkan. Kala ditayangkan di slot sore, ratingnya tidak perform dan selalu stabil di bawah share 10 persen. Kalah dengan Uttaran maupun Tukang Ojek Pengkolan yang lebih mendominasi.


Mulai Senin 14 Maret 2016, SCTV menayangkan Elif Season 3 di slot pukul 12.30 siang. Serial India Gangaa terpaksa diistirahatkan dan berhenti tayang. Padahal share Gangaa stabil di atas 10 persen. Episode Jum'at (11/3) siang masih meraih TVR 1,7 dan share 11,5 persen, program tertinggi nomor 4 di SCTV di hari tersebut.

Salah satu penyebab SCTV memutuskan mengganti Gangaa dengan Elif 3 adalah karena stock penayangannya yang terbatas. Dalam sehari, SCTV bisa menayangkan 3 - 4 episode asli Gangaa. Sementara itu, serial ini sendiri masih tayang di India dengan hanya 1 episode per harinya.

Pada episode terakhir sebelum dihentikan, SCTV menayangkan episode ke 254-256. Sementara episode aslinya di India sampai tanggal 14 Maret 2016 baru memasuki episode ke-272. Ini artinya, selisih episodenya hanya sebanyak 16 episode saja atau 3 minggu masa penayangan. Jika SCTV tetap memaksa menayangkan dengan jumlah 3 episode per hari, tentu saja stock tayangnya akan habis.

"Penonton kita, kalau episode pendek agak kurang puas. Kalau cuma setengah jam, di kita enggak bisa. Minimal 1,5 jam,"jelas Banardi Rachmad selaku General Manager Programming Acquisition SCTV.

Pihak SCTV memastikan akan melanjutkan penayangan Gangaa walau belum dikonfirmasi kapan pastinya. Apakah Anda salah satu penonton setia Gangaa? Cukup tercerahkan bukan?


Rating Report : TVR "Anak Jalanan" hampir menyentuh angka 11 dan Share hampir 45%

Minggu 13 Maret 2016, Sinetron Anak Jalanan menampilkan pertarungan besar bertajuk MMA (Mixed Martial Arts) di atas ring antara Boy Wirawan melawan Ray Moraga. Pertarungan yang sudah dinanti sejak lama oleh para penggemar ternyata berdampak signifikan terhadap rating Anak Jalanan.
Tercatat dalam data Upper-Middle Anak Jalanan semakin perkasa di puncak dengan perolehan TVR 10.3 dan Share 44.7 ini merupakan TVR dan Share tertinggi Anak Jalanan menurut data Upper-Middle. Sementara serial India unggulan ANTV Uttaran berada di tempat ketiga dengan TVR 4.4 dan Share 27.3 kalah dari sinetron Tukang Bubur Naik Haji yang mendapat TVR 5.6 dan Share 25.3

Imbas tingginya rating Anak Jalanan membuat program-program yang tayang di jam sama menjadi anjlok. Haji Belajar Ngaji yang berbenturan langsung dengan Anak Jalanan, membuat sinetron SCTV tersebut hanya mampu meraih TVR 1.2 dan Share 4.8 persen. Sementara Rahasia Cinta tampil lebih baik dengan TVR 1.6 dan Share 7.5 persen.


Ketika Fans Ikut Pusing Membahas Rating (Memangnya Mengerti?)

TREN tayangan TV harian di Indonesia satu dekade terakhir, menambah tekanan bagi pelaku industrinya.
Dari segi produksi, pekerjanya memiliki waktu yang lebih terbatas dibanding saat acara TV masih tayang mingguan. 'Rapor' yang diterima pun harian. Rapor yang saya maksud adalah data kepemirsaan Nielsen, atau rating acara TV. Program yang tayang hari ini, ratingnya keluar besok.
"Dulu penulis (skenario sinetron) tegangnya setiap Rabu. Soalnya rating mingguan rilis di hari Rabu. Tapi sejak sistem stripping, rating keluar tiap hari (kecuali Minggu dan hari libur nasional). Harus siap meeting dadakan (dengan produser atau bagian program stasiun TV) kalau rating tiba-tiba jeblok," kata seorang teman yang sejak aktif menulis skenario sinetron sejak awal 2000-an.
Kenapa rating menjadi penentu usia acara TV? Data kepemirsaan Nielsen menunjukkan jumlah penonton. Data ini jadi pedoman bagi biro iklan, hendak memasang iklan di acara apa. Harga beriklan di TV tidak murah, pengiklan tak akan mau memasang iklan di acara yang jumlah penontonnya sedikit. Seorang kawan yang bekerja di biro iklan bercerita, rate iklan perslot (15 detik) untuk sinetron Anak Jalanan konon menyentuh angka 80 juta Rupiah.
Di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, India dan Korea Selatan, rating acara TV dipublikasikan. Lembaga yang melakukan survey tak selalu Nielsen. Di Korea Selatan, selain Nielsen ada lembaga TNMS yang ratingnya juga dijadikan patokan oleh stasiun TV setempat.
Di Indonesia, rating acara TV sifatnya confidential. Stasiun TV berlangganan rating Nielsen, kemudian mendistribusikan kepada rumah produksi yang programnya sedang tayang, kemudian oleh rumah produksi dibagikan kepada yang berkepentingan, seperti sutradara, penulis skenario dan tim kreatif.
Namun di era internet, sulit membendung informasi. Rating 'bocor' di forum online, blog atau akun media sosial. Maka berterima kasihlah karena kalian bisa melihat rating secara gratis seperti di fanspage Ini.
Ironis, data kepemirsaan TV yang menunjukkan jumlah penonton TV, malah diributkan oleh fans atau penonton TV itu sendiri. Media sosial yang menjangkau berbagai kalangan, memudahkan fans untuk berinteraksi dengan artis, penulis skenario, sutradara atau tim produksi lainnya.
Ketika tahu rating program TV favorit mereka (lebih tepatnya program yang menampilkan artis idola mereka) jeblok, banyak fans memberikan saran pada tim produksi melalui media sosial. "Mbak, banyakin adegan si X biar ratingnya naik," atau "mas, si A dipasangin sama si B aja lebih serasi. Kalo sama si C ratingnya turun tuh".
Lebih ironis lagi, saat fans menganggap bahwa trending topic di Twitter berpengaruh pada rating. Sering saya melihat netizen menulis,"Yuk jadikan sinetron ini trending topic biar enggak di-cut.” Lah, kalau trending topic menentukan nasib sinetron, mana mungkin Tukang Bubur Naik Haji bertahan sampai 1900 episode, and still counting?
Menurut rilis Nielsen tertanggal 18 November 2015, Nielsen TAM (Television Audience Measurement) di Indonesia melakukan pengukuran kepemirsaan atas semua televisi nasional terhadap lebih dari 2,200 penonton berusia 5 tahun keatas di 11 kota di Indonesia (Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, Makassar dan Banjarmasin). Hasil pengukuran tersebut adalah rating, share dan indeks.
Dari sini diketahui bahwa data acara TV yang dirilis Nielsen tidak mewakili selera seluruh penduduk Indonesia, tapi 11 kota besar. Itu pun bukan hasil survey seluruh penduduk atau pemilik TV di kota-kota tersebut. Sample yang jumlahnya ribuan, dirasa mewakili puluhan juta penduduk 11 kota.
Nielsen mendata respondennya dengan detail. Stasiun TV bisa mengetahui siapa penontonnya programnya. Mulai dari jenis kelamin, profesi, usia, sampai pengeluaran bulanan. Ada alat khusus dipasang di pesawat TV responden, yang mencatat aktivitas sang pemilik TV.
Lalu apa itu TV rating (biasa disingkat TVR), TV share (beberapa TV menyebutnya TVS)?
TVR adalah jumlah penonton sebuah acara TV dibagi dengan jumlah keseluruhan penduduk. Sementara TVS, adalah jumlah penonton sebuah acara TV dibagi dengan jumlah orang yang menyalakan TV pada jam tersebut.
Ambil contoh, data kepemirsaan tanggal 2 Maret 2016, Anak Jalanan meraih TVR 7,5 dan TVS 31,8. Apa maksudnya?
Tertulis total Individu 52.864.077, yang diwakili sampel 8.076. Pada kolom variable, tertulis Anak Jalanan meraih 3.940,000 penonton. Angka 3.940.000 dibagi 52.864.077 adalah 0,075 (pembulatan), dikalikan 100% maka muncullah TVR, 7,5%. Sementara TVS tertulis 31.8%. Ini berarti, sebanyak 31,8% dari semua orang yang menyalakan TV pada jam tayang itu menyaksikan RCTI atau Anak Jalanan, sementara sisanya ‘terpecah’ menyaksikan acara di 14 stasiun TV lainnya.
Pada akhirnya, meski tak mewakili selera seluruh penonton TV di Indonesia, data ini yang menjadi pegangan pengelola TV dalam menentukan nasib program-programnya. Trending topic mungkin menunjukkan program TV terkenal di media sosial. Tapi perlu diingat, tak semua penonton TV melek media sosial. Dan sebaliknya, belum tentu mereka yang aktif membuat trending menonton lewat pesawat TV. Kalau Anda menontonnya secara streaming atau lewat HP, tidak dihitung oleh Nielsen-itu pun kalau Anda menjadi sampel Nielsen. Apalagi sekarang banyak penyedia jasa yang bisa menjadikan kata-kata trending topic.
Jadi jika rating program favorit jeblok, tak banyak yang bisa Anda lakukan. Tonton saja selagi tayang di TV. Karena membuat judul acara trending topic, apalagi memarahi penulis skenario dan sutradara di media sosial, tak akan membuat rating naik.