
BERTEMPAT di Balai Kartini Jakarta, ajang penghargaan bergengsi Usmar Ismail Awards 2016 telah usai diselenggarakan pada Sabtu (3/4) malam. Ajang ini sendiri menyeleksi film-film yang beredar mulai Desember 2014 hingga Februari 2016. Terdapat 10 kategori penghargaan yang akan diberikan bagi insan perfilman tanah air.
Angga Dwimas Sasongko berhasil memenangkan kategori Sutradara Terbaik melalui film bertjudul Surat dari Praha. Di kategori ini, ia berhasil menyingkirkan nominasi-nominasi unggulan seperti Joko Anwar dari A Copy of My Mind hingga Garin Nugroho dengan film Guru Bangsa : Tjokroaminoto.
Siapa saja daftar pemenang yang lainnya? Berikut ini adalah daftar lengkap pemenang Usmar Ismail Award 2016:
1. Sutradara Terbaik: Angga Dwimas Sasongko (Surat dari Praha)
2. Pemeran Utama Pria Terbaik: Tio Pakusadewo (Surat dari Praha)
3. Pemeran Utama Wanita Terbaik: Sekar Sari (Siti)
4. Pemeran Pendukung Pria Terbaik: Adi Kurdi (Kapan Kawin?)
5. Pemeran Pendukung Wanita Terbaik: Christine Hakim (Pendekar Tongkat Emas)
6. Penata Kamera Terbaik: Ipung R. Saiful (Guru Bangsa: Tjokroaminoto)
7. Penata Artistik Terbaik: Allan Sebastian (Guru Bangsa: Tjokroaminoto)
8. Penata Musik Terbaik: Viky Sianipar (Bulan di Atas Kuburan)
9. Penata Suara Terbaik: Khikmawan Santosa (A Copy of My Mind)
10.Penata Gambar Terbaik: Arifin Cuunk (A Copy of My Mind)
Minggu, 03 April 2016
Inilah Daftar Lengkap Pemenang Usmar Ismail Awards 2016!
Balik ke Layar Kaca SCTV, Intip Sinetron Ramadhan Laudya C Bella!
DUA bulan jelang bulan Ramadhan, SCTV sudah membocorkan judul sinetron yang akan menjadi program spesialnya di bulan yang suci. Sinetron Ramadhan andalan SCTV berjudul D'Hijabers. Sinetron ini dibintangi oleh Laudya Chintya Bella dan Ali Syakieb. Melalui sinetron ini juga, Bella comeback ke layar kaca setelah beberapa judul terakhir sinetronnya yang berating kurang bagus.
Bella akan memerankan sosok Kantini yang merupakan gadis baik hati yang memutuskan untuk berhijab. Hidup hanya bersama dengan sang ibu membuat Kantini tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, tegas dan berprinsip. Walau begitu, sebuah permintaan besar sang ibu ditolak halus oleh Kantini yang merasa hal itu akan mengubah masa depannya.
Sementara itu, Ali Syakieb akan memerankan sosok penghulu muda bernama Ilham. Dengan ketampanan wajah dan statusnya yang belum menikah, banyak kasus menarik dan lucu terjadi saat ia menikahkan banyak pasangan. Takdir pun mempertemukan keduanya dengan segera.
Selain D'Hijabers, SCTV masih memiliki amunisi sinetron Para Pencari Tuhan yang memasuki tahun ke-10 nya tayang di TV Nasional. Sinetron ini masih menjadi sinetron dengan masa tayang terlama sepanjang sejarah pertelevisian Indonesia.
Apakah dua sinetron ini akan membangkitkan SCTV mencapai kejayaannya kembali?
Tampil di Trans TV, Apakah Dude Harlino Masih Eksklusif di SinemArt RCTI?
EKSLUSIF di RCTI, SinemArt sukses menghadirkan bintang-bintang kenamaan yang mewarnai dunia hiburan tanah air. Dude Harlino dan Alyssa Soebandono adalah dua bintang yang berkilau semasa membintangi sederet judul sinetron di RCTI. Pasangan suami istri ini kemudian identik dengan RCTI yang merupakan partner PH milik Leo Sutanto itu memasok sinetronnya.
Dalam kontrak, artis yang biasanya mendapatkan peran utama dalam sebuah sinetron tidak bisa tampil di Production House (PH) lainnya. Dude Harlino pun ikut merasakan hal ini. Namun belakangan, pemeran Rado dalam sinetron Intan ini terlihat memandu sebuah program magazine bertajuk Berita Islami Siang yang tayang di Trans TV.
Selama setahun belakangan, usai sinetron Sakinah Bersamamu tamat, Dude memang tak lagi terlihat menghias layar kaca RCTI. Regenerasi pemain terus terjadi di dunia sinetron indonesia. Tak heran jika beberapa nama yang pernah besar pun sering tak nampak lagi membintangi sebuah judul sinetron.
“Alhamdulillah sekarang saya dan istri memandu acara Berita Islam Siang di Trans TV. Waktu itu sebelum menerima tawaran tersebut, saya izin terlebih dulu kepada pak Leo (Bos SinemArt). Ketika ditawari acara itu, dia memberi masukan kepada saya. Pada dasarnya pak Leo tidak mempermasalahkan. Malah kata dia bagus dan diizinkan untuk ambil. Atas izin itulah saya dan Icha jalan,” ungkap Dude memberikan pernyataan mengenai keikutsertaannya sebagai presenter.
Dude juga turut menjelaskan jika semua pekerjaan yang ditawarkan padanya harus meminta izin terlebih dahulu. Hal ini juga untuk mengantisipasi masalah hukum yang mungkin bisa saja terjadi.
“Memang dalam kontrak (tertulis), apa pun pekerjaan yang ditawarkan harus izin terlebih dahulu supaya secara jadwal tidak terganggu. Selama ini film dan sinetron sebenarnya aman (tidak ada tawaran), tapi saya tetap berkomunikasi dengan pak Leo secara intensif. Apa pun yang terjadi saya kasih laporan kepada pak Leo. Terkadang saya berdiskusi dengan pak Leo ketika ditawari sebuah acara, lalu dia kasih masukan,” pungkasnya.
Raih Rating Tinggi dengan Tayangan Ulangnya, MNCTV Hadirkan Super Dede 2!
SEMPAT hadir di jam primetime, sinetron komedi Super Dede tak terlalu menonjol. Sharenya pun tak pernah mencapai dua digit kala ditayangkan perdana oleh MNCTV. Namun kala ditayangkan di slot siang, ratingnya malah jauh diatas tayangan perdananya. Super Dede pun stabil di jajaran 15 besar sambil sesekali mencicipi posisi 10 besar.
MNCTV pun mengambil langkah berani dengan memproduksi episode terbaru dari sinetron produksi MNC Pictures ini. Season kedua Super Dede akan tayang di slot jam 5 sore. Ini artinya, sitkom ini akan head to head dengan Tukang Ojek Pengkolan yang sama-sama diproduksi oleh MNC Pictures.
Slot jam 5 sore MNCTV biasanya diisi oleh rangkaian animasi spesial Upin & Ipin maupun Adit & Sopo Jarwo. Langkah ini termasuk berani dengan mencoba peruntungannya kembali. Apalagi slot jam 5 sore juga ketat akan persaingan, tak seperti slot 13.30 WIB, di slot dimana Super Dede rerun ditayangkan.
Yang perlu dicermati, Upin & Ipin masih cukup perform di slot ini. Dengan menayangkan Super Dede 2, MNCTV harus mencari penonton baru yang target pemirsanya jelas berbeda. Akankah Super Dede 2 akan mampu sukses seperti tayangan ulangnya di slot siang?
"Candra Kirana", Kisah Kakak Beradik Tanpa Kehadiran Seorang Ibu
BERBAGAI judul telah dicoba di slot jam tayang 5 sore SCTV. Sayangnya, judul-judul sinetron yang sempat menghiasi slot ini nyatanya gugur sebelum berkembang. Saat ini, SCTV masih mengisi slot ini dengan sinetron Haji Belajar Ngaji yang dibintangi oleh Febby Rastanti dan Hardi Fadillah.
Genre romance hingga komedi telah dicoba, nyatanya hasil yang ada masih flat dan kalah dengan sitkom andalan RCTI, Tukang Ojek Pengkolan. Mulai Senin (4/3), SCTV pun kembali menghadirkan sinetron terbarunya. Kali ini tema yang dihadirkan lebih melodrama dengan mengandalkan cerita keluarga.
Tak dapat dipungkiri, penonton SCTV lebih menyukai genre ini. Contohnya seperti serial Turki Elif yang sempat jadi icon baru andalan stasiun bertajuk satu untuk semua ini. Sinetron bertajuk Candra Kirana ini dibintangi oleh Teddy Syach. Karya paling fenomenal sang aktor yang paling Anda ingat mungkin sosok Romo yang memiliki istri banyak. Mampukah ia memerankan sebagai seorang ayah yang harus membesarkan dua anaknya sendirian?
Candra Kirana merupakan kakak beradik yang mempunyai banyak cobaan dalam hidupnya. Ayah mereka, Syaiful (Teddy Syach) hanyalah seorang sopir truk tembak atau supir cadangan yang tak punya penghasilan yang tentu.
Sementara itu, Ibunya, Galuh, telah meninggal ketika melahirkan Kirana. Sejak saat itu Candra lah pengganti Galuh yang merawat adiknya, saat sekolah pun Kirana dibawa oleh kakaknya.
Bagaimana kisahnya? Akankan penderitaan keluarga Syaiful, Candra, dan Kirana segera berhasil?
Saksikan mulai Senin 4 April 2016 setiap hari Pkl.17.00 WIB di SCTV!

