DITENGAH gempuran banyak program yang hadir dengan lawakan sama dan mengandalkan banyak gimmick, bisa dibilang kehadian Roaming di Trans 7 cukup berbeda. Program talkshow hiburan yang hadir saban hari Sabtu di slot pukul 19.30 WIB menyuguhkan konsep berbeda dengan pembahasan topik berbeda di setiap episodenya.
Menilik dari formatnya, banyak yang berasumsi jika Roaming mirip dengan sebuah variety show Korea bertajuk Abnormal Summit yang tayang di jTBC. Sebelumnya, Trans TV juga sempat menghadirkan program serupa bertajuk Warna-Warni Dunia yang sayangnya hanya bertahan selama 7 episode saja. Kehadiran seorang bule yang bisa berbahasa Indonesia (jika versi aslinya bisa berbahasa Korea dengan baik) memang mirip dengan Abnormal Summit, namun di luar itu, konten dan suasana yang dihadirkan cukup berbeda jauh dengan program populer asal Negeri Ginseng.
Dipandu oleh Ruben Onsu dan Fitri Tropica membuat suasana di Roaming menjadi lebih menghibur dengan tidak melupakan esensi edukasinya. Berdasarkan pantauan kami, program ini sudah tayang sepanjang 8 episode dengan pembahasan yang beranekaragam. Misalnya tentang sistem pendidikan di berbagai negara di dunia itu seperti apa. Atau di lain episode membahas mengenai fenomena Wanita Gemuk di berbagai negara itu apakah selalu ada anggapan negatif atau malah disambut positif.
Dari program ini, penulis juga jadi mengetahui jika wanita gemuk di Afrika justru dianggap cantik. Penulis jadi tahu fakta dan perbedaan suatu hal yang terkadang membuat kita terperangah akan hal tersebut. Tahukah Anda jika polisi di Jepang tidak dibekali dengan senjata api karena mereka sudah dibekali ilmu bela diri? Atau fakta jika seorang single mom di Uzbekistan ternyata mendapatkan santunan dari pemerintah setempat?
Tidak hanya fakta diskusi beranekaragam pengetahuan dunia yang disajikan dengan menghibur, namun program ini juga mengandalkan video kasus unik dan vox pop pandangan dari masyarakat tentang tema yang sedang dibahas. Dengan pendekatan seperti ini, sudah seharusnya kita sebagai penonton mendukung program sejenis yang tidak hanya menghibur tapi juga mengedukasi seperti ini.
Deretan bule yang menjadi panelis (sebutan untuk para bule) di Roaming juga cukup populer dan dikenal di Indonesia. Para panelis di setiap episode biasanya berganti satu sama lain.
Deretan panelis yang pernah tam pil di Roaming diantaranya adalah Lee Jeong Hoon - Korea Selatan (Mantan personil Boyband Hitz). Jono Armstrong - Inggris (personil Gugun Blues Shelter), Leo Consul - Filipina (Mantan host Eat Bulaga Indonesia di SCTV), Senk Lotta - Uzbekistan (aktris film sekaligus mantan istri Fauzi Baadilah), Sacha Stevenson - Kanada (Seorang Youtubers), Hiromitsu Harada - Jepang (Seorang selebritis chef), Tyson Lynch - Australia (komedian sekaligus suami dari Melanie Ricardo), Jennifer Lepas - Amerika (presenter Indonesia Banget), Adrika Musilkova - Slovakia (Bintang Iklan dan pemain film).
Sudahkah Anda menonton program ini? Yuk terus dukung program-program mengedukasi di layar kaca TV Nasional kita.
Sumber : Dunia TV
Minggu, 09 Agustus 2015
BEDAH PROGRAM : "Roaming", Talkshow yang Tak Hanya Menghibur Namun Juga Edukatif
RATING REPORT : Ending Menggantung, Episode Terakhir ELIF Duduki Posisi Satu!
SEASON 1 serial Turki Elif yang tayang di SCTV akhirnya berakhir penayangannya pada Jum'at (7/8) siang. Serial yang hampir selalu masuk 10 besar, bahkan 5 besar sepanjang penayangannya ini memang berhasil memikat banyak penonton dan sukses menyebarkan demam serial Turki pada penonton Indonesia. Lantas, bagaimana peforma rating episode terakhir Elif di SCTV?
Rupanya serial yang tayang di slot siang hingga sore hari berhasil menyedot perhatian. Bukti nyatanya, Elif yang tayang di jam siang bahkan mengalahkan jumlah perolehan penonton di jam primetime. Elif menempati peringkat 1 pada episode penghabisannya tersebut. Selesai dengan banyak konflik menggantung, membuat season keduanya pasti ditunggu penonton.
Elif menempati posisi puncak dengan meraih TVR 3,6 dan share 26,5 persen. Serial yang berahir menggantung ini bahkan mengalahkan 7 Manusia Harimau dan serial India Ashoka yang menempati peringkat 2 dan 3.
Perolehan rating Elif memang bukan yang tertinggi sepanjang masa tayangnya. Pasca lebaran, tidak ada program yang bahkan mendapatkan TVR di atas 5. Mendapatkan TVR di atas 4 saja sudah bisa masuk 3 besar bahkan menjadi pemuncak rating.
Nah, apakah Anda salah satu penonton setia Elif?
Sumber : Dunia TV

