
SERIAL India Naagin sedang tayang di TV Nasional kita. Sejak episode perdana, serial yang sangat sukses di India ini tak pernah mencapai share dua digit. Data kepermirsaan Kamis (31/3) masih menunjukkan peforma Naagin yang tak kunjung membaik dengan hanya meraih TVR 1.6 dan share 6.9 persen.
Sukses di India, mengapa Naagin malah melempem kala ditayangkan di Indonesia? Berikut ini adalah analisa saya :
SCTV Identik dengan Sinetron di Jam Primetime
ANTV boleh sukses dengan berbagai serial Indianya, namun berbeda halnya dengan SCTV yang tak begitu lekat dengan imej ini. Apalagi serial India SCTV tayang di jam primetime. Selama ini, SCTV setia menayangkan sinetron Indonesia di slot tersebut. Tak heran ketika Naagin tayang, peformanya tak begitu menggembirakan.
TV sekaliber ANTV pun tak cukup berhasil dengan rangkaian series India nya di jam primetime. Usai Mahabharata dan Jodha Akbar rasanya belum ada series India primetime ANTV yang begitu mencuri perhatian. Serial seperti Mahaputra, Savitri, Ashoka hingga Beinteha tak mampu mengembalikan kejayaan ANTV di jam primetime. Series India ANTV nyatanya lebih mencuri perhatian kala ditayangkan di slot siang-sore. Sang pioner pun tak mampu mencuri perhatian, apalagi followersnya bukan?
Head to Head Langsung dengan Anak Jalanan
SCTV mungkin sudah mencoba melawan dominasi sinetron Anak Jalanan di slot ini. Nyatanya, sejumlah sinetronnya tak berdaya melawan sinetron yang tayang di RCTI ini. Bahkan Elif Season 2 yang awalnya cukup mampu mengimbangi sinetron produksi SinemArt ini kian tersungkur setelah penayangan episode-episode selanjutnya.
Tak buruk memang strategi SCTV, apalagi roda persaingan antar televisi selalu berputar. Bisa saja SCTV berhasil menghadirkan inovasi terbaru atau malah tersungkur lagi seperti saat ini. Yang jelas, SCTV tak akan berhenti menghadirkan program saingan Anak Jalanan yang selama lima bulan belakangan ini memang masih merajai data rating program tv di Indonesia.
Bahkan rating Anak Jalanan pernah menyentuh angka 10,8 dan share yang hampir memyentuh angka 50 persen. Biasanya rating hingga mencapai setinggi itu hanya bisa didapatkan oleh program-program penting, misalnya acara pertandingan sepak bola, seperti World Cup, atau acara besar lain nya. Sejak awal kemuculan nya memang sudah mencuri perhatian Indonesia, terbukti Anak Jalanan selalu mendapatkan TVR diatas 7,8,9 bahkan 10 dan share yang tembus 40-50 persen. Tentu ini berbeda jauh dengan sinetron Indonesia lainya, yang hanya mendapatkan rata-rata TVR tertinggi hanya 4, (empat koma) - 5 (lima).
Nah, bagaimana menurut Anda sendiri? Apa penyebab dinginnya respon penonton terhadap serial yang dibintangi Mouny Roy ini?
Sabtu, 02 April 2016
Sukses Besar di India, Mengapa Naagin Malah Melempem di Indonesia?
Langganan:
Postingan (Atom)