Bruuuk… “aduh sakit”, keluh Dita saat mendapati tubuhnya terjatuh dari tempat tidur. Dengan sedikit kesal, dita beranjak dari tempat tidur menuju sofa kesayangannya yang terletak di ruang tamu. Duduk termenung sambil merenungi mimpi yang telah membuatnya terjatuh dari tempat tidur, sampai-sampai kepalanya terbentur. “Kenapa yah, akhir-akhir ini aku selalu memimpikan Chand? apa ada suatu hal buruk yang terjadi padanya?” dita terus bertanya-tanya dalam hati. Tiba-tiba khayalan dita tentang sahabatnya buyar seketika saat Handphone yang berada di saku celana dita bergetar dan mengagetkannya.
“Hallo yo, ada apa?” tanya Dita dengan singkat.
“Dit… aku merasa ada suatu hal buruk yang terjadi pada Chand” jawab Tio dibalik Handpone.
“Kayaknya apa yang kamu risaukan sama denganku, tau nggak akhir-akhir ini aku sering memimpikan Chand yang terus meminta tolong sama aku. Di mimpiku chand selalu minta tolong karena hampir tenggelam, padahal chand kan jago kalo masalah berenang, tapi mimpi itu terasa nyata aku lihat” ucap dita pada sahabatnya tio
“Apa…? kok mimpi kita sama sih dit?” jawab tio dengan nada keheranan.
“Yo… aku khawatir nih sama chand, saat ini kan dia memang berada di laut, coba deh kamu telpon dia!” pinta dita dengan nada khawatir.
“Tunggu dulu aku confren, mudah-mudahan handphonenya aktif”.
Selang lima menit menunggu, suara tio muncul kembali. “Dit… handphone chand nggak aktif, sudah berulang kali aku hubungi tapi hasil sama”.
Akhirnya percakapan mereka berdua pun berakhir saat suara salam dari luar rumah dita yang dari tadi dita dengar tapi belum sempat membukakan pintu karena lagi serius membahas tentang dhion sahabatnya.
“Walaikum salam, oh kamu bil, maaf kelamaan buka pintunya” jawab dita dengan sedikit cengegesan.
“Emang kamu ngapain aja tadi, sampai-sampai salamku ngak dijawab pintu rumah pun nggak dibuka?” tanya billy dengan sedikit heran.
“Maaf bil, tadi itu aku dan tio lagi membahas chand”, spontan billy membungkam mulut dita.
“Dit… aku yakin ada hal buruk yang sedang terjadi pada chand deh, bukannya mendoakan tapi firasatku ngak enak”. melotot memandangi billy sambil melepaskan tangan billy yang dari tadi membungkam mulutnya sampai susah bernafas.
Seketika dita pun mengambil handponenya yang baru ia letakkan di atas meja, menekan tombol dan menunggu jawaban dari seseorang yang ia telepon. “Kamu ke rumah sekarang yah, nggak pakai lama” perintah dita dengan singkat pada seseorang yang ia telepon.
Tak lama kemudian tio datang dengan tergesa-gesa… “dit… dita” panggil tio dengan suara keras.
“Iya… yo, aku dan billy sekarang di ruang tamu jadi kamu langsung kesini saja”.
Mereka bertiga pun sepakat ke rumah chand yang letaknya tak jauh dari rumah mereka masing-masing. Billy, chand, tio dan dita sahabatan dari kecil mungkin karena jarak rumah mereka yang berdekatan dan masing-masing orang tua mereka juga sangat akrab antara yang satu dengan yang lainnya. Jadi ngak salah kalau mereka menjalin suatu persahabatan sejati yang mereka namakan Always Together. Di antara mereka berempat, cuma dita yang paling cantik. “Heheheh… ya jelas kan cuma dita satu-satunya perempuan di antara personil Always Together”, hibur dita disaat mereka lagi ada masalah. Disaat itulah dita dikerebutin 3 cowok gagah yang siap mengacak-acak rambutnya sambil berkata “ihhh… dita narsis deh” sambil mencubit pipi dita yang chubbi.
Sekitar 20 menit mereka bertiga mondar-mandir di depan rumah chand yang sepi dan kayaknya tante Anisa lagi pergi. “Muka kamu kok ditekuk sih dit?” tanya billy dengan sedikit heran.
“Hhhmmm… sebenarnya ada pesan dari chand untuk ibunya yang belum sempat saya sampaikan karena terlalu sibuk dengan tugas kuliah”.
“Emang apa pesannya?” tanya billy dan tio kompak dengan muka penasaran.
Belum sempat dita jawab, tiba-tiba tante Anisa yang tak lain adalah ibunya chand datang. “Ehhh… tante, kalo boleh tau tante dari mana? sudah lama loh tante kita menunggu disini, untuk ketemu sama tante”. tanya dita dengan muka cemas.
“Tante dari rumahnya nak billy” tante Anisa menjawab dengan suara terisak tangis.
“Maaf tante”, ucap dita sambil memapah tante Anisa yang kondisinya tidak stabil saat itu. Sambil meyandarkan tante anisa ke sofa yang posisinya tidak jauh dari pintu masuk rumah, dita menyuruh tio mengambil segelas air putih untuk tante Anisa.
“Tante… baik-baik aja kan? kami khawatir melihat muka tante yang pucat”. tanya dita dengan muka penuh rasa cemas”.
Belum sempat tante anisa menjawab, tiba-tiba si billy ceplos dan menceritakan maksud dan tujuan mereka bertiga datang kemari. “Sebenarnya sebelum chand pergi berlayar dia sempat menitip pesan sama dita tante, chand berpesan agar dita dan teman-teman menjaga tante dan sering menjenguk keadaan tante. Maaf tante kalau pesan ini baru sempat dita sampaikan, karena akhir-akhir ini dita dan teman-teman sering bermimpi tentang chand. Dalam mimpi pun chand selalu berpesan agar kami semua menjaga tante dengan baik, seakan chand itu tidak akan kembali lagi”. ucap dita panjang lebar sambil menitikan air mata.
“Barusan tante dapat telepon dari Tarra, dia mengabarkan kalau ternyata chand menhilang di kapal tanpa jejak. Berulang kali tarra menelpon chand tapi handphone chand tidak pernah aktif”. ucap tante anisa sambil menangis tersedu-sedu mendengar kabar buruk tentang anaknya yang hilang.
“Apa tante…” spontan dita, tio dan billy kaget mendengar kabar buruk itu.
“Tante yang sabar yah!!!” ucap dita sambil memeluk tante anisa.
Tiba-tiba handphone billy berbunyi dan itu telepon dari kak tarra, yang tak lain adalah kakak dari chand.
“Halo… Assalamualaikum, ada apa kak tarra?”
“walaikumsalam… bil, kak tarra mau minta tolong. Bisa tidak kamu sekarang ke rumahku soalnya kakak mau cerita sama ibu”. pinta kak tarra pada billy sambil memohon.
“Kebetulan kak saya dan teman-teman sekarang ada di rumahnya kakak, tunggu yah kak”. Sambil menyodorkan handphonenya pada tante anisa “tante… kak tarra mau cerita sama tante”.
Firasat buruk langsung merasuk dalam tubuhku seketika saat kupandangi wajah tante anisa yang begitu kosong dan hampa sampai-sampai dia pingsan setelah mendapat telepon dari kak tarra. Berulang kali dita mencubit pipinya untuk menyakinkan dirinya, apakah ini cuma mimpi atau kenyataan? sempat tidak percaya dengan kabar yang barusan dia dengar dari kak tarra, tapi ini benar-benar sudah terjadi. Sahabat yang mereka rindukan dan cemaskan akhir-akhir ini telah pergi untuk selamanya. Tanpa sadar dita menjerit histeris dan menangis meratapi nasib sahabatnya yang meninggal dengan cara tragis. Yang tidak bisa dita terima atas kepergian sahabatnya chand yang begitu cepat dan tragis sehingga menimbulkan tanda tanya besar baginya.
Dita tidak menyangka kalau ternyata pesan dan amanah chand itu merupakan ucapan perpisahan terakhir dari sahabatnya. Chand yang ia kenal sejak kecil sampai sekarang dan merupakan sahabat terbaiknya adalah sosok pemuda yang baik, ramah, royal dan pendiam. Kejadian tragis yang dialami chand sampai meninggal merupakan pukulan terberat yang harus dita, sahabat dan keluarga chand terima dengan tangis pilu. “Selamat jalan sobat… semoga kamu tenang di alam sana”. ucap ketiga sahabat chand yang saat itu menaburkan bunga di atas batu nisan sahabatnya. Sambil tersenyum menatap langit yang dihiasi pelangi, saat itu juga dita dan teman-temannya berjanji akan mengukir nama chand sebagai sahabat terbaik di hati mereka.
Sabtu, 01 Agustus 2015
Misteri Pesan Chand
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar